Puisi-puisi Vera All Hasanah S. E, M. Si.

Ilustrasi oleh Grok AI

Tetap Utuh

Aku datang bukan untuk bertarung,
Hanya mencari rezeki yang halal
Dan hati yang tenang.

Dunia boleh tak adil,
Kata-kata boleh melukai,
Tapi aku memilih
Tidak mengeraskan hati dan jiwa .
Yang hilang dariku,
Tak pernah luput dari hitungan Tuhan.
Yang sakit hari ini,
Bisa jadin lari maraton esok hari.
Yang sedih hari ini bisa jadi bahagia sepanjang tahun
Kita punya Allah

Aku mungkin lelah,
Tapi aku tetap kokoh
Menjaga hatiku
Agar tetap utuh saat sore nanti. 


Yang Hilang Darimu

Materi bisa di cari 
Tapi hati yang terikat tidak bisa di goyahkan

Jika kehilangan materi: sadari, apaka itu milikmu? 
Yang disimpan bertahun-tahun: jerih payah katamu
Jika itu milikmu,
Kenapa pergi tanpa izinmu! 

Tidak ada yang mengambil milikmu kecuali pemilik aslinya
Ia bukan mengambil, tetapi menyudahi titipan NYA

Allah tidak menghukummu 
Allah terkadang menyelamatkan dari ketergantungan
Apakah rugi?
 Tentu tidak

Yang rugi itu jika hilang materi 
dan hatimu ikut hilang
Tetapi jika masih ingat Allah
Berarti tidak ada yang benar-benar hilang darimu.


Saat Mahluk Hidup Diam

Saat kebaikan tidak terlihat
Jatuh seperti hujan, diam, sepi
Mengapa rasanya sesak
Mereka pergi seolah aku tak terlihat

Apa yang sebenarnya kamu tunggu?
Pengakuan, permintaan maaf, penghargaan atau ...
Lihatlah cermin niatmu
Kamu tak kalah, tidak menyerah

Ketulusanmu dipindahkan ke langit
Bukan lewat manusia
Memberilah seperti hujan
Jatuh, menyuburkan lalu pergi

Tanpa memanggil,menagih bahkan berterima kasih
Nikmati kelezatan ikhlas
Tidak manis di awal tapi menenangkan di akhir
Hatimu sedang dibersihkan

Diam mereka bukan penolakan dan ketidakpedulian
Tapi
Undangan berbuat baik, bukan demi manusia
Tapi demi Tuhanmu.


Jalur Langit  Nisfu Sya'ban

Ketika jalan di bumi terasa buntu,
Dan langkah patah oleh lelah yang tak bersuara,
Jangan berhenti berharap
Angkat saja doamu perlahan ke langit.

Sebab ada jalur yang tak terlihat mata,
Tempat air mata diterjemahkan jadi pertolongan,
Tempat sabar yang sunyi
Berubah menjadi hujan keberkahan.

Nisfu Sya'ban 
Dan langit pun mampu menurunkan jawaban
Membasahi hati yang hampir retak, 
Menumbuhkan harapan di tanah yang kering.

Kita hanya perlu percaya,
Bahwa Tuhan tak pernah kehabisan cara
Untuk menyelamatkan hamba-Nya
Yang tak lelah mengetuk langit

Ya Allah  ya Rabbi
Apapun kehendak-Mu , aku ridho.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar