Oleh: Aurelia Natasha
| Aurel bersama bapak Ahmad Sofyan Hadi pendiri teater Atmosfer (Selasa, 11 maret 2026) |
Setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang tak selalu bisa ditebak. Dalam perjalanan itu, ada ujian yang berliku dan tidak selalu berjalan mulus. Kadang kita merasa ingin menyerah, tapi di sisi lain kita juga belajar untuk bangkit. Ada masa ketika semuanya terasa berhasil, dan ada pula saat kita harus menghadapi kegagalan. Namun, justru dari proses itulah manusia belajar, tumbuh, dan menjadi lebih kuat. Hidup mengajarkan bagaimana caranya berproses dan memperkuat diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Supaya kita paham bahwa hidup bukan tentang selalu berada di atas, tapi bagaimana kita bertahan dan terus melangkah. Di Kecamatan Kangkung, tepatnya di Lebosari, di tempat itulah lahir seorang pemuda bernama Ahmad Sofyan Hadi atau biasa dipanggil Ian. Sejak lahir Ian tumbuh di lingkungan seni. Setelah lulus SMA di tahun 2002 Ian tidak langsung melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Tahun 2003 Ian mengenal teater terlebih dahulu, yaitu teater Semut yang ada di Kendal. Di sana ia belajar banyak hal tentang teater. Setelah terjun lebih jauh, Ian mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan dengan progran studi Pendidikan Bahasa Jawa di IKIP PGRI Semarang.
Pengalaman dalam dunia seni peran semakin bertambah, terlebih selama di kampus mengikuti UKM teater. Tahun 2013 Ia ditanya oleh teman-temannya di kampus, “Ian Kendal itu kota apa sih?” Ian terdiam sambil berpikir: Wonsobo punya festival musik di atas awan, dan Jogja punya candi Prambanan, di sana terdapat pementasan sendratari Ramayana, sementara di Kendal ia belum menemukan sesuatu yang ikonik.
Kemudian Ian ingat di Kendal ada komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), beberapa komunitas musik dan ada sendratari. Mereka masih berkelompok dengan komunitas masing-masing. Ian berpikir “Apakah saya harus membentuknya menjadi satu kesatuan agar dapat tampil secara bersamaan?”
Dari pemikiran tersebut, lahirlah sebuah wadah yang bernama Jarak Dekat dengan Ian sebagai direktur dan Naka sebagai manager. Naka merupakan Seorang penyair yang dikenal berkat puisi-puisinya. Selain itu, ia juga pernah berkesempatan untuk belajar dan menempuh pendidikan tinggi di Leiden University, Belanda.
Tahun 2014 mereka membentuk sebuah teater yang diberi nama Atmosfer. Pentas pertama kali teater Atmosfer berupa monolog. Monolog pertama kali yang dibawakan berjudul “Aing” karya Putu Wijaya, dipentaskan ketika pemutaran perdana film Reksa oleh Rumah Kreatif Film Kendal.
Dalam kesehariannya, Naka dan Ian memproduksi naskah untuk dipentaskan. Naskah yang dibuat menggambarkan realita dan kehidupan sosial sehari-hari, dan beberapa di antaranya mengenai dunia supranatural. Orang-orang menganggap dukun selalu memiliki konotasi negatif, padahal semua tergantung pandangan kita. Misal, ada yang disebut dukun bayi dengan tugasnya membantu ibu hamil yang akan dan setelah melahirkan, lalu ada dukun tabib seperti di Cina yang tugasnya menyembuhkan penyakit manusia, meski ada pula dukun santet, yang dalam hal ini memang erat hubungannya dengan hal-hal negatif.
Anggota yang bergabung dalam teater Atmosfer dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja seni, dan guru. Dari seluruhnya, yang paling mendominasi adalah guru. Para guru bergabung dengan teater Atmosfer sekaligus untuk belajar, menjadi pelatih bagi siswa masing-masing ketika berada di sekolah.
Seni teater bersifat universal artinya menyeluruh, mencakup segala hal. Dalam teater kita belajar mengenali diri, belajar mengasah diri. Teater sangat penting karena dimainkan secara tim. Teater dapat diibaratkan sebagai sebuah kerja kolektif. Aktor tidak hanya bermain peran, tetapi juga belajar berakting, mempelajari kepenulisan naskah, serta memahami penyutradaraan. Selain itu, di balik panggung terdapat tim artistik yang berperan penting, seperti penataan panggung, pewarnaan artistik, pencahayaan, ilustrasi musik, tata busana (wardrobe), dan tata rias, manajemen produksi, dan manajemen pementasan.
Kesenian Kendal meliputi seni tari, seni musik, seni rupa dan seni teater. Terdapat tiga teater yang memiliki ciri khas masing-masing yaitu teater Atmosfer, Taksu dan Semut. Dari ketiga teater tersebut Ian salah satu pendiri teater Atmosfer. Dalam memproduksi film, teater Atmosfer melakukan proses yang tidak sebentar. Mereka melakukan diskusi yang panjang sebelum menawarkan naskah kepada tim produksi. Jika disetujui, barulah setelah itu dibuat film teater. Di setiap diskusi selalu ada pro dan kontra Ian dengan senang hati menerima pendapat tersebut, kelebihan dan kekurangan pasti ada di setiap teater baik lewat konflik sosial yang ada di lingkungan sekitar maupun yang lain, dan Ian selalu terbuka untuk mengubah arah pandangnya.
Teater Atmosfer mempunyai beberapa prestasi, antara lain salah satu aktor teater Atmosfer pernah pentas di Malaysia dalam rangka pertukaran pelajar. Selain itu, teater Atmosfer juga pernah menyabet Juara 1 Lomba Film di Universitas PGRI Semarang.
Seorang pegiat teater pasti masuk ke dunia keaktoran, dan untuk menjadi seorang aktor yang baik harus mengenali dirinya sendiri. Karakter yang harus dimiliki seorang aktor yaitu aktor harus memiliki mental yang kuat, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berpikir kritis.
Ketika ingin belajar kesenian terutama teater seorang aktor harus menguasai empat hal. Pertama harus selesai dengan urusan perut, artinya seniman harus berpenghasilan dan bertanggung jawab terhadap keluarga. Ke-dua harus selesai dengan waktu, artinya harus bisa membagi waktu. Ke-tiga harus selesai dengan komunikasi, artinya jika komunikasi buruk akan terjadi salah paham. Ke-empat selesai dengan karya, artinya seorang seniman tidak hanya sering berlatih tetapi juga harus melakukan pementasan.
Teater Atmosfer pernah mengadakan pertunjukan di Semarang, Tegal dan Temanggung yang dilaksanakan pada hari Teater Nasional. Durasi pementasan kurang lebih 3 jam.
Cara Ian mengajarkan mendalami peran yaitu dengan meminta aktor mempelajari karakter aktor terlebih dahulu, mengajak diskusi kepada semua anggota dan melakukan observasi.
Teater dapat memperkuat karakter seseorang, karena melalui teater seseorang dapat mengenali diri, mengasah diri, serta mengalami pertumbuhan mental, misal aktor yang awalnya malu berbicara menjadi berani berbicara dan berpikir kritis.
Sebelum pementasan, persiapan yang dilakukan antara lain membuat naskah, bedah naskah, lalu melakukan perbaikan jika memang diperlukan. Naskah seringkali berasal dari riset seperti film Sengkolo yang sebelumnya direncanakan untuk dipentaskan, tapi karena ada pandemi corona akhirnya difilmkan.
Film Sengkolo berasal dari desa Kalirejo yang mempunyai larangan menyelenggarakan pertunjukan wayang, dan jika melanggarnya maka petaka akan datang di keluarga tersebut. Pernah ada keluarga yang berasal dari golongan ekonomi atas namun karena menyelenggarakan pertunjukan wayang hidupnya menjadi susah. Oleh karena itu, desa tersebut masih mempercayai larangan tersebut.
Dengan bermain teater seseorang belajar ilmu keaktoran sehingga terlatih menjadi peka, kritis, peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kita perlu sepakat bahwa teater adalah sebuah ilmu. Dari ilmu tersebut, seseorang dapat berkembang menjadi apa saja, misalnya dalam bidang keaktoran.” ucap Ian.
Sebagai contoh ketika menjadi guru yang berbicara di depan banyak orang, perlu mampu menghayati dan memahami murid-muridnya. Dalam bidang pemasaran, seseorang juga harus mampu meyakinkan pelanggan. Di dunia hiburan pun demikian. Dalam ilustrasi musik, seseorang dapat menjadi musisi. Sementara itu, seorang aktor harus terlebih dahulu memahami isi naskah sebelum menghafalkannya, agar dapat memerankan tokoh dengan baik.
“Kita harus yang memengaruhi lingkungan sekitar bukan lingkungan yang memengaruhi kita ” ujar Ian.
Untuk menjadi seorang aktor, harus bisa menguasai naskah terlebih dahulu sebelum memulai, “memahami, mengahafal lalu melupakan.” maksud melupakan seorang aktor tidak harus menghafal teks secara keseluruhan yang terpenting tahu maksud dan makna sehingga dapat melakukan inprovisasi.
Ketika saya menjumpai salah satu anggota teater Atmosfer, Afthonil Atqo, ia menyampaikan bahwasannya manfaat dari mengikuti teater salah satunya yaitu dapat melatih public speaking, mengolah rasa, dan memanajemen organisasi.
Ketika ditemui di SMK Bina Utama Kendal (11/3) Ian menyampaikan bahwa seorang aktor harus memiliki ciri-ciri cerdas, fisik kuat, lentur, dan punya daya penjiwaan. Misalnya ketika memerankan sebagai penyair, tidak boleh hanya meniru tetapi harus melampauinya dan benar-benar menjadi penyair itu sendiri.
Pada pementasan 24 Januari 2026 dengan judul Air Mata Dupa, Teater Atmosfer menampilkan pertunjukan yang mengangkat realitas sosial tentang stigma masyarakat terhadap sosok dukun di tengah kehidupan modern. Pementasan itu mengisahkan seorang dukun bernama Jarwo yang menikahi seorang janda, namun pernikahan tersebut justru memunculkan berbagai prasangka dari masyarakat dan keluarganya yang mengaitkan kematian beberapa orang dengan dirinya. Pementasan itu merupakan pementasan penutup sebelum bulan puasa. Teater Atmosfer kembali melakukan pementasan pada 18 April 2026 di Kecamatan Boja.[]
Dokumentasi:
| Pembukaan Panitia dalam "Air Mata Dupa" |
| Mimbar kebudayaan (Sabtu, 24 januari 2026) Pembacaan narasi mimbar kebudayaan dengan judul “Kritus dan Dukun dalam Budaya Indonesia Perspektif Ekologis “ oleh Pak Musclihin |
Roni mengunjungi rumah Pak Jarwo untuk membeli gorengan sekaligus
mencari tahu rahasia keharmonisan keluarganya. (Sabtu, 24 januari 2026) |
| Lastri, anak tiri Pak Jarwo, menolak kehadirannya dan kerap menyalahkannya atas berbagai kejadian, termasuk kematian ayahnya. (Sabtu, 24 januari 2026) |
| Abdul kerap mendatangi Pak Jarwo untuk meminta nomor togel, hingga akhirnya dimarahi dan diminta berhenti datang. (Sabtu, 24 januari 2026) |
| Upaya mencegah Lastri berujung melukai ibunya. Tak lama, petugas mengoreksi kesalahan surat dan memastikan janin Lastri sehat, membuat Pak Jarwo terpukul. (Sabtu, 24 januari 2026) |
| Lastri berselisih dengan ibunya usai mendapat kabar janinnya meninggal,
namun tetap menyalahkan Pak Jarwo hingga sempat mencoba menyerangnya sebelum
dicegah. (Sabtu, 24 januari 2026) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar